Tampilkan postingan dengan label photoshop basic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photoshop basic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Theory Desain Grafis

Sebelum kita melangkah ke praktek pembuatan desain, alangkah baiknya kita mengetahui dulu sedikitnya theory tentang desain grafis.

Menurut kamus Wiki pedia bahasa Indonesia, Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan, desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pengenalan Image

Dalam  dunia desain grafis ada dua tipe image, yaitu Bitmap dan Vector. Bitmap yaitu objek gambar yang dibentuk dari titik-titik kecil yang disebut piksel, contohnya foto digital dan image dengan format JPEG , PNG, dll. Sedangkan Vector yaitu objek gambar yang dibentuk dari gabungan titik dan garis (kurva) yang memiliki algoritma matematika tertentu, contohnya font, shape, dan gambar-gambar dengan format Eps, dll.

Ada beberapa software grafis yang biasa digunakan untuk mengolah gambar, yaitu:
  1. Bitmap : Adobe Photoshop,  Paintshop Pro, Corel Photo Paint, Ms. Paint, dll.
  2. Vector : Adobe Flash, Adobe Illustrator, Corel Draw, Freehand, dll.
Dari kedua tipe image grafis tersbut, masing-masing memliki kelebihan dan kekurangan , antara lain:
Bitmap
Kelebihannya :
  • Bisa menciptakan image dengan warna lebih kompleks 
  • Pengeditan perpixel / perarea jauh lebih dimungkinkan
  • Lebih cepat dan lebih sesuai jika ditampilkan dilayar monitor, karena gambar bitmap bisa ditransfer secara langsung dari file ke layar monitor anda.
Kekurangannya :
  • Gambar akan terlihat pecah-pecah jika diperbesar, karena terbentuk dari pixel-pixel
  • Ukuran file gambar relatif besar
  • Jika melakukan kompresi (pemadatan) pada gambar, maka kualitas gambar tersebut akan menurun.

Gambar Bitmap

    Vector
    Kelebihan :
    • Ukuran file biasanya lebih kecil dari gambar bitmap karena  hanya berisi data mengenai bezier curves yang membentuk sebuah gambar.
    • Bisa diresize lebih besar tanpa mengurangi kualitas gambar (gambar tidak pecah, tanpa ada noise dan blur)
    • Dapat dicetak dengan resolusi tinggi pada printer anda
    Kelemahan :
    Perlu diperhatikan, tidak semua gambar vector dapat diubah sekalanya sesuka anda:
    • Gambar hanya bisa diubah sekalanya 20 persen lebih besar atau lebih kecil
    • Garis-garis tipis akan menghilang jika diubah sekalanya terlalu banyak
    • Kesalahan- kesalahan kecil akan terlihat jika gambar diperbesar telalu besar.

    Gambar Vector

      Sampai disini dulu ya sedikit theory tentang Desain Grafis, nanti saya tambahkanan lagi.

      Senin, 25 Februari 2013

      Pengenalan Photoshop dan Ilustrator

      Mungkin temen-temen sudah sering denger yang namanya Photoshop dan Ilustrator, tapi barang kali ada yang belum tau atau belum mengenal Photoshop dan Ilustrator itu apa sih? Baliklah saya ingin memberikan penjelasan sedikit tentang Photoshop dan Ilusrator.

      Adobe Photoshop adalah Software grafis yang dikeluarkan oleh Perusahaan Adobe System untuk mengolah gambar atau foto, seperti mengedit foto, memberikan efek, dan sebagainya. Dengan program Photoshop foto kita yang tadinya jelek bisa dirubah menjadi bagus, foto temen-temen juga bisa dibuat ganteng atau cantik dengan Photoshop, heee... Photoshop banyak digunakan dan disukai oleh para Desainer Grafis dan Photografer Digital karena memiliki banyak kelibahan dibanding software pengolah gambar lainnya, selain itu juga Adobe System selalu mengularkan versi terbaru yang dilengkapi fitur-fitur canggih dalam Photoshop dan program adobe lainnya.

      Edit foto menggunakan Photoshop

      Seperti halnya Photoshop, Ilustrator juga merupakan Software keluaran Adobe System yang dirancang khusus untuk mengolah gambar vector, seperti pembuatan logo, icon, ilustrasi, dan sebagainya. Adobe Illustrator juga banyak digunakan dalam mendesain logo, kartu nama, undangan, brosur, poster dan sebagainya. Karena format gambar yang dihasilkan Adobe Illustrator berupa gambar vector, sehingga banyak digunakan dalam mecetak gambar yang berukuran besar seperti sepanduk, poster, baliho, dan sebagainya.

      Gambar dibuat menggunakan Adobe Illustrator

      Rabu, 20 Februari 2013

      Tutorial Memulai Menggunakan Photoshop

      Tutorial ini saya buat untuk para pemula yang ingin memulai menggunakan software desain grafis  Photoshop.Seprti perangkat lunak lainnya, untuk membuka dokumen baru yang pertama kita lakukan adalah menggunakan perintah File > New atau menggunakan shortcut Ctrl+N. Setelah itu kita melakuakan pengaturan parameter dokumen sesuai dengan kebutuhan kita. Hal ini penting dilakuakan karena mempengaruhi keseluruhan proses kerja Photosop dan bisa membantu mempermudah pekerjaan kita nantinya. Pengaturan apa saja yang perlu dilakukan? Lihat gambar dibawah ini.

      New Dokumen

      Penjelasan bagian pada jendela New Dokumen:
      1. Name, diisi dengan nama dokumen yang kita buat.
      2. Preset, ukuran dokumen yang ada di Photoshop, disesuaikan dengan kebutuhan kita, misalnya Web bila kita ingin membuat dokumen untuk ditampilkan dalam sebuah website.
      3. Size, pilihan untuk ukaran lembar kerja.
      4. Width dan Heigth, ukuran  lebar dan panjang dokumen dengan satuan pixels, inches, cm, mm, points, atau picas.
      5. Resolution, jumlah titik warna/pixel dalam satu satuan ukuran, biasanya sering disebut dengan resolusi gambar.
      6. Color Mode, jenis mode warna yang akan kita gunakan ada bitmap, grayscale,RGB color, CMYK color, atau Lab color, tapi biasanya kita menggunakan RGB color.
      7. Background Contents, pilihan untuk warna background.
      8. Device Central, digunakan untuk mengakses pembuatan gambar dengan ukuran handphone atau alat digital lainnya.
      9. Advanced, bagian ini tidak perlu dirubah-rubah bila anda masih pemula.
      Bila anda ingin membuat dokumen untuk dicetak lebih baik menggunakan resolusi 150 pixel/cm keatas, biasnya resolusi standar yang digunakan dalam percetakan foto adalah 300 pixel/cm. Semakin besar ukuran gambar maka resolusinya semakin kecil., sebaliknya jika ukuran  gambar /dokumen semakin kecil maka resolusi gambar  semakin besar. Jika selesai melakukan pengaturan parameter pada dokumen baru klik OK, maka anda akan mendapatkan lembar kerja baru sesuai dengan pengaturan yang anda lakukan.

      Lembar Kerja Photoshop

      Demikian langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat dokumen baru pada Photoshop. Lalu bagaimana cara memasukan gambar atau foto kedalam lembar kerja Photoshop? Pertama piilih menu File > Open lalu pilih gambar yang anda simpan pada komputer, klik open. Atau anda bisa menggunakan File > Place lalu pilih gambar dan tekan tombol Place jika anda ingin langsung menempatkan gambar pada lembar kerja yang sudah anda buat.

      Semoga artikel ini bermanfaat buat teman-teman, dan jangan lupa untuk bergabung dengan temen-temen  yang lain di Facbook Belajar Desain Grafis. Jika ada hal yang ingin ditanyakan , atau pun ada saran dan kritikan silahkan tinggalkan komentar anda disini, supaya kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada teman-teman lain yang membutuhkan.

      Senin, 18 Februari 2013

      Menghilangkan tahi lalat pada wajah dengan Clone stamp tool

      Pada postingan terdahulu saya  pernah membahas tentang tools pada Photoshop, jika teman-teman lupa silahkan lihat lagi disini. Pada kesempatan ini saya ingin membahas salah satu fungsi  tools pada Photoshop yaitu Clone Stamp tool.

      Clone stamp tool adalah salah satu tools pada Photoshop yang berguna dalam mengoreksi foto. Seperti namanya Clone stamp  tool yaitu alat stampel atau cap yang berfungsi untuk menambal gambar atau foto dengan mengambil contoh gambar pada area kerja. Sebagai contoh saya telah menyiapkan  foto wanita yang memiliki tahi lalat di atas bibirnya, kemudian saya akan menghilangkan tahi lalat di atas bibir wanita itu dengan menggunakan Clone stamp tool.

      Langkah pertama kita siapkan file fotonya dan buka pada Photoshop.


      Kemudian pilih Clone stamp tool yang terletak pada palet tools.


      Lalu kita ambil contoh /sampel dari wilayah sekitar bibir yang akan digunakan untuk menambal tahi lalat, dengan cara menekan tombol Alt pada keyboard  dan klik mouse.


      Dan yang terakhir tinggal klik diarea yang ingin kita tambal dalam hal ini tahi lalat, cobalah berekspresi dengan menggeser mouse untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Untuk memperbesar ukuran clone tekan tanda ] pada keyboard, dan untuk memperkecil tekan ]. Setelah selesai maka akan mendapatkan hasil akhir seperti gambar dibawah ini.


      Mudahkan? Selamat mencoba.

      Minggu, 17 Februari 2013

      Bekerja dengan Eraser Tool

      Pada Photoshop terdapat sekelompok tools yang berguna untuk menghapus bidang objek gambar, yaitu kelompok Eraser Tool (E). Kelompok tool ini berfungsi untuk menghapus area gambar yang ditentukan atau  yang tidak dipakai dalam lembar kerja kita. Misalkan kita ingin mengganti warna latar belakang (background) gambar dengan warna lain, atau menggabungkan dua bidang gambar menjadi satu bidang gambar. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini.

      Gambar asli

      Ganti warna background
        
      Untuk menghapus area  gambar kita bisa menggunakan pilihan  kelompok Eraser Tool, sesuai dengan kebutuhan kita, diantaranya adalah Eraser tool, Background Eraser Tool, dan Magic Eraser Tool.

       Eraser Tool (E)

      Eraser tool berguna untuk menghapus area gambar dengan mengisinya sebagai warna background.

      Menghapus Bacground dengan Eraser Tool

      Background Eraser Tool (E)

      Background Erasel Tool memiliki kemampuan untuk membuang area yang diklik dengan melakukan sampling. Dengan melakukan pilihan sampling dan toleransi, bisa didapatkan seleksi yang akurat.

      Menghapus background dengan Background Eraser Tool


      Magic Eraser Tool (E)

      Magic Eraser merupakan kombinasi dari eraser dan magic wand. Dengan mengklik area tertentu, magic eraser akan menghapus area tersebut sesuai dengan nilai toleransinya. Semakin besar nilai toleransinya maka semakin banyak warna yang dibuang.

      Toleransi 20

      Toleransi 50

      Kalau teman-teman bingung nyari letak nilai toleransi, atau ada yang bertanya letak nilai toleransi itu dimana sih? Letak nilai toleransi itu adanya diatas dibawah palet menu, teman-teman bisa merubah nilai toleransinya sesuai kebutuhan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

      Letak nilai tolerance




      Mudahkan? Sampai disini dulu ya pertemuan kita, insya Allah nanti saya akan lanjutan pembahasan mengenai  penggunaan tools pada Photoshop yang lainnya. Kalau ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan kirimkan komentarnya disini atau melalui form kontak.

      Sabtu, 16 Februari 2013

      Blur Tool, Sharpen Tool, dan Smudge Tool (R)

      Pada palet tools Photoshop terdapat kelompok tool yang berguna dalam pengeditan foto. Kelompok tool ini berfungsi untuk memfokuskan atau mengaburkan objek pada sebuah foto atau gambar. Kelompok tool ini sering digunakan oleh Fotografer para desainer grafis dalam mengedit sebuah foto atau gambar, antara lain Blur tool, Sharpen tool, dan Smudge tool.

      Perhatikan contoh perubahan gambar dibawah ini.

      Gambar Asli

       Blur tool adalah salah satu alat yang terdapat pada Photoshop yang berguna untuk mengaburkan area gambar secara parsial, sehingga memfokuskan gambar pada area lain.

      Sebagian area dikaburkan dengan Blur Tool

      Sedangkan Sharpen Tool adalah kebalikan dari blur tool, yaitu alat yang berguna untuk menajamkan gambar dan biasa diaplikasikan pada specular highlight seperti metal. Perhatikan contoh gambar dibawah ini.

      Ditambahkan Penajaman pada sebagian area dengan Sharpen Tool

      Smudge Tool (R) merupakan kelompok dari blur tool dan sharpen tool. Smudge tool mensimulasi proses jari mengusap cat basah. Dengan tehnik ini bisa dihasilkan efek gerak atau efek lukisan.


      Gambar dengan smudge tool
      Dengan kelompok tools ini, anda bisa memodifikasi foto anda sesuai kreasi anda. Caranya sangat mudah, dengan memilih salah satu dari kelompok tool tersebut kemudian tinggal menggosok-gosokkan di area gambar yang anda kehendaki. Anda juga bisa mengatur jenis brush yang digunakan, mode, strenght, yang terletak pada palet options. Mudahkan? Selamat mencoba.

      Minggu, 10 Februari 2013

      Mengenal Seleksi Pada Photoshop


      Dalam membuat karya desain pada Photoshop, kita tidak pernah lepas dengan yang namanya seleksi. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya tidak mengganggu objek lain dalam melakukan pengeditan, dengan kata lain kita hanya mengedit objek yang terseleksi saja.


      Seleksi pada Photoshop dilakukan karena ada beberapa alasan, diantaranya :
      1. Meng-copy dan menghapus objek tertentu
      2. Mengedit, mengolah atau merubah warna pada  objek terseleksi
      3. Melakukan segala interaksi proses desain menggunakan Photoshop  khusus pada objek terseleksi
      4. Membuat objek berdasarkan seleksi, misal membuat bulu untuk mempertebal bulu mata

      Ada beberapa cara untuk melakukan sebuah seleksi
      1. Menggunakan tool pada marque group
      2. Menggunakan lasso tool
      3. Menggunakan poligon lasso tool
      4. Menggunakan magnetic lasso tool
      5. Menggunakan quick selection tool
      6. Menggunakan magic wand
      7. Menggunakan quick mask
      8. Menggunakan patch tool
      9. Menggunakan pen tool
      10. Menggunakan shape tool
      11. Menggunakan chanel
      12. Menggunakan path
      13. Menggunakan color range

      Hal-Hal yang perlu dipahami dalam Membuat seleksi
      1. Area seleksi bisa ditambah ( tekan SHIFT + klik / klik geser dengan tool seleksi ) dan dikurangi ( tekan ALT + klik / klik geser dengan tool seleksi )
      2. Untuk membuat seleksi area dengan hasil yang sesuai bisa menggunakan beberapa tool seleksi, jadi kita bisa gunakan kesemua tool seleksi dalam rangka membuat seleksi menjadi lebih baik.
      3. Seleksi bisa dihaluskan tepiannya
      4. Tepian sebuah seleksi bisa diatur ulang, caranya klik kanan pada seleksi menggunakan tool seleksi dasar > pilih refine edge. Atau pilih icon shortcut pada property bar pada ujung sebelah kanan ( biasanya di bawah menu help ).
      5. Seleksi bisa dipindah ( digeser ) dengan tool seleksi dasar ( magic wand, lasso tool dll ). Arahkan mouse di atas seleksi maka tool akan berubah iconnya, klik kemudian geser.
      6. Seleksi bisa ditransformasi ( diperbesar atau diperkecil ukurannya ), menggunakan tool seleksi dasar. Klik kanan pada area seleksi dan pilih Transform Selection
      7. Seleksi bisa dibuat menjadi sebuah work path ( tidak akan hilang secara otomatis saat membuat path baru menggunakan pen tool). Demikian pula path juga bisa dibuat menjadi sebuah seleksi.
      8. Seleksi bisa dibuat menggunakan bentuk objek pada sebuah layer tertentu, caranya tekan CTRL sambil klik pada layer tertentu.
      9. Sebuat seleksi bisa dibalik. Caranya klik kanan pada seleksi menggunakan tool seleksi dasar, pilih select inverse. Atau gunakan Menu Select > Inverse [ CTRL + SHIFT + I ].
      10. Seleksi bisa dibuat dengan banyak cara. Cari tahu, kuasai dan Anda akan bisa membuat hasil karya unik dengan phothoshop.
      Kemampuan seleksi pada Photoshop adalah kemampuan dasar sekaligus kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh setiap desainer terutama pengguna photoshop. Sekaligus penguasaan software grafis seperti photoshop adalah syarat wajib untuk menjadi seorang desainer grafis.

      Property bar standart saat memilih tool seleksi
      1. New selection, digunakan untuk membuat seleksi baru saat klik mouse.
      2. Add to selection, digunakan untuk menambah / melebarkan area seleksi yang sudah ada.
      3. Substract from selection, digunakan untuk mengurangi / memotong area seleksi yang sudah ada.
      4. Intersect with selection, digunakan untuk membuat area seleksi baru berdasarkan perpotongan seleksi pertama dan kedua.
      5. Feather, berfungsi untuk mengatur transparansi pada tepi seleksi, tepian seleksi lebih halus.
      6. Klik pilihan anti-aliasing, berfungsi untuk mengurangi ujung seleksi yang bergerigi dan tidak rata.
      7. Refine Edge, digunakan untuk mengatur tepian seleksi.



      Sabtu, 09 Februari 2013

      Seleksi Menggunakan Rectanglular Marque Tool

      Pada pertemuan terdahulu saya pernah membahas tentang penggunaan seleksi pada Photoshop, kali ini saya akan memberitahu pada teman-teman cara menyeleksi objek pada photoshop menggunakan Marque Tool. Marque Tool adalah sekolompok tool yang terdapat pada Photoshop yang berfungsi untuk menyeleksi objek gambar/foto sesuai dengan bentuk bidang tool. Merque tool terdiri dari Rectangular Marquee Tool (M), Eliptical Marquee Tool (M), Single Row Marquee Tool, dan Single Column Marquee Tool. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

      Kelompok Marquee Tool (klik image untuk lebih jelas)


      Rectangular Marquee Tool

      Rectangular Marquee Tool berguna untuk membuat seleksi objek dalam bentuk kotak atau persegi. Untuk membuat seleksi dengan menggunakan tool ini, pertama kita pilih dulu Rectangular Marquee Tool, lalu pilih wilayah objek yang akan kita seleksi dengan mengklik dan drag sesuai ukuran yang kita inginkan, untuk mendapatkan hasil yang proporsional kita bisa melakukan seleksi sambil menekan tombol Shift pada keyboard. Sebelum membuat seleksi kita juga dapat melakukan pengaturan terlebih dahulu supaya kita mendapatkan hasil seleksi sesuai yang kita inginkan.

      Pengaturan Seleksi (klik image untuk lebih jelas)

      Eliptical Marquee Tool (M)

      Eliptical Marquee Tool biasa digunakan untuk membuat seleksi dalam bentuk lingkaran atau elips. Pengaturan dan cara penggunaannya sama seperti Rectangular Marquee Tool, hanya beda pada bentuknya saja. Berikut contoh perbandingan hasil seleksi antara kedua tool tersebut.

      Hasil Seleksi menggunakan Eliptical dan Rectangular Marquee Tool


      Single Row Marquee Tool

      Tool ini biasanya dignakan untuk membuat seleksi dalam baris secara otomatis sebesar 1 pixel dengan satu kali klik pada area kerja Photoshop dalam membuat karya desain. Secara otomatis (default) berukuran 1 px, namun kita juga bisa merubah ukuran pada pengaturan feather, fixed width, dan lain-lain.

      Single Column Marquee Tool

      Tool ini merupakan kebalikan dari Single Row Marquee Tool yaitu untuk membuat seleksi dalam kolom secara otomatis. Kita juga dapat melakukan pengaturan ukuran pada feather, fixed width, dan lain-lain.

      Sampai disini dulu ya pembahasan kita tentang cara pembuatan seleksi menggunakan kelompok Marquee Tool, jika ada kesempatan insya Allah saya akan membahas pembuatan seleksi dengan cara yang lainnya. Semoga tutorial ini bermanfaat buat teman-teman yang membutuhkan, jika ada kritik, saran atau masukannya silahkan poskan komentar dibawah ini.

      Jumat, 08 Februari 2013

      Seleksi Menggunakan Lasso Tool

      Dalam Photoshop seleksi menggunakan Lasso Tool biasa digunakan untuk menyeleksi objek yang tidak beraturan dalam pengolahan foto atau gambar. Tool ini sangat powerfull karena dapat menyeleksi objek dalam bentuk apapun yang tak beraturan, cara penggunaannya pun sangat simpel yaitu dengan cara menekan dan tahan tombol mouse sambil digerakkan mengikuti bentuk objek gambar yang akan diseleksi.

      Kelompok lasso tool terdiri dari dari:
      1. Lasso Tool
      2. Polygon Lasso Tool
      3. Magnetic Lasso Tool

      Kelompok Lasso Tool


       Cara menyeleksi dengan lasso tool

      Langkah 1
      Silahkan siapkan gambar/foto yang akan dibuat seleksi, lalu buka dengan menggunakan Photoshop. Saya ambil contoh menggunakan gambar dibawah ini.


      Langkah 2
      Pilih lasso tool yang ada di toolbox

      Langkah 3
      Atur preferensi yang mungkin bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
      1. New selection, digunakan untuk membuat seleksi baru saat klik mouse.
      2. Add to selection, digunakan untuk menambah / melebarkan area seleksi yang sudah ada.
      3. Substract from selection, digunakan untuk mengurangi / memotong area seleksi yang sudah ada.
      4. Intersect with selection, digunakan untuk membuat area seleksi baru berdasarkan perpotongan seleksi pertama dan kedua.
      5. Feather, berfungsi untuk mengatur transparansi pada tepi seleksi, tepian seleksi lebih halus.
      6. Klik pilihan anti-aliasing, berfungsi untuk mengurangi ujung seleksi yang bergerigi dan tidak rata.
      7. Refine edge, digunakan untuk mengatur / memperbaiki hasil seleksi yang sudah dibuat. Agar fungsi ini aktif maka Anda wajib sudah mempunyai seleksi.
      Langkah 4
      Klik tombol mouse pada area yang akan dibuat seleksi sambil tahan dan geser mengelilingi area objek dan lepas, inget titik awal dengan titik akhir harus menyatu untuk mendapatkan area seleksi yang sesuai. Untuk memperbaiki hasil seleksi kita bisa menekan tombol Shift (akan muncul tanda +) pada keyboard sambil membuat area seleksi baru (klik dan geser mouse)  untuk menambahkan wilayah seleksi, dan menekan tombol Alt (akan muncul tanda -) sambil klik dan geser mouse untuk mengurangi wilayah seleksi.

      klik image untk melihat hasil lebih jelas

      Setelah memperbaiki seleksi, makan anda akan mendapatkan hasil seleksi akhir seperti gambar dibawah ini.

      Hasil Seleksi dengan Lasso Tool

      Proses seleksi telah selesai, selanjutnya anda tinggal mengolah objek yang telah diseleksi. Semoga anda menikmati tutorial ini, jangan lupa bergabung dengan teman Belajar Desain Grafis yang lain di Facebook dan ikuti kami juga di Twitter.

      Minggu, 03 Februari 2013

      Seleksi Menggunakan Polygonal Lasso Tool

      Melanjutkan pembahasan yang kemarin, yaitu membuat  seleksi menggunakan lasso tool. Sekarang saya akan membahas cara membuat seleksi objek dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool. Seleksi Menggunakan Polygonal Lasso Tool khusus digunakan untuk membuat seleksi dengan bentuk garis lurus / poligonal. Objek dengan bentuk lurus semisal desain interior, seleksi bentuk bintang intinya hanya cocok digunakan untuk menyeleksi bidang / bentuk yang lurus. Cara seleksi juga mudah, cukup dengan melakukan klik pada satu titik, kemudian klik lagi pada titik di daerah yang lain.

      Seleksi Photoshop pada dasarnya dibuat berbentuk melingkar ( ada titik awal dan akhir ), entah digunakan untuk membuat garis 1 px atau membuat bentuk tertentu. Sebagai contoh, pada saat menyeleksi wajah, maka tool seleksi tersebut harus melingkari wajah tersebut. Diawali dari dari titik satu dan diakhiri pada titik lainnya yang biasannya titik ini dibuat agar saling mendekati, sehingga area seleksi mirip dengan apa yang diinginkan.

       Cara membuat seleksi dengan Polygonal Lasso Tool 

      1. Aktifkan Polygonal Lasso Tool yang terletak pada kelompok Lasso Tool.



      2. Klik pada objek yang akan dibuat seleksi dari satu titik ketitik yang lain mengikuti bentuk gambar.



      Tips:
      Pada waktu proses seleksi sedang berjalan, Anda bisa mengubah Polygonal Lasso Tool menjadi lasso tool secara temporer dengan cara menekan tombol ALT dan tahan. Dengan cara ini objek dengan garis lurus dan melengkung masih bisa diseleksi menggunakan kombinasi keduanya.

      Proses seleksi telah selesai, selanjutnya anda tinggal mengolah objek yang telah diseleksi. Semoga anda menikmati tutorial ini, jangan lupa bergabung dengan teman Belajar Desain Grafis yang lain di Facebook dan ikuti kami juga di Twitter.

      Sabtu, 26 Januari 2013

      Seleksi Menggunakan Magnetic Lasso Tool

      Magnetic lasso tool adalah sebuah tool yang bisa digunakan untuk membuat seleksi secara cepat pada gambar yang memiliki tingkat kontras yang tinggi. Keakuratan hasil seleksi tergantung dari kondisi gambar dan kepekaan tool ini sendiri. Tool ini menyeleksi dengan baik pada kartun berwarna yang kita tahu kontras warnanya tinggi. Cara menggunakannyapun mudah, tinggal klik diatas gambar yang akan kita seleksi, kemudian geser ( drag ) pointer mouse tanpa harus menekan tombol mouse terus-menerus walaupun sesekali kita bisa melakukan klik untuk membuat titik point tambahan. Magnetic lasso tool terletak di kelompok lasso tool.

      Kelompok lasso tool terdiri dari dari:
      1. Lasso Tool
      2. Polygon Lasso Tool
      3. Magnetic Lasso Tool


      Mengatur Preferensi Magnetic Lasso Photoshop

      Mengatur preferensi digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan hasil seleksi yang akan dibuat.  Maksudnya hasil seleksi dipengaruhi oleh pengaturan ini, contohnya tepian seleksi diperhalus, maka kita akan mengatur feather. Pengaturan ini ada bermacam-macam opsi yang bisa Anda lihat pada gambar berikut:


      1. New selection, digunakan untuk membuat seleksi baru saat klik mouse.
      2. Add to selection, digunakan untuk menambah / melebarkan area seleksi yang sudah ada.
      3. Substract from selection, digunakan untuk mengurangi / memotong area seleksi yang sudah ada.
      4. Intersect with selection, digunakan untuk membuat area seleksi baru berdasarkan perpotongan seleksi pertama dan kedua.
      5. Feather, berfungsi untuk mengatur transparansi pada tepi seleksi, tepian seleksi lebih halus.
      6. Klik pilihan anti-aliasing, berfungsi untuk mengurangi ujung seleksi yang bergerigi dan tidak rata.
      7. Atur ukuran Width, berfungsi untuk mengatur jarak antara tiap-tiap tepian seleksi yang dianggap sebagai jalur seleksi. Magnetic Lasso akan mendeteksi ujung dari garis yang masih berada dalam jangkauan pointer. Saya menyarankan untuk menggunakan nilai kecil pada pengaturan ini. Namun ini tidaklah baku, tergantung kondisi ( kontras dan ketajaman gambar ) gambar yang Anda seleksi.
      8. Atur ukuran Edges Contrast, berfungsi untuk mengatur seberapa kontras tingkat perbedaan warna yang akan dideteksi oleh Magnetic lasso sebagai tepian seleksi. Gunakan nilai kecil juga pada pengaturan ini ( sesuikan dengan kontras dan ketajaman gambar ).
      9. Atur Frekuensi, berfungsi untuk mengatur jumlah titik-titik yang muncul sebagai alur ( jalur, path ) seleksi. Tersedia nila 0 sampai 100, jika ingin lebih detail ( baca: menyerupai gambar ) gunakan nilai 100.
      10. Tablet pressure, berfungsi untuk mengatur tekanan dari stylus, tidak perlu diatur jika Anda menggunakan mouse.



      Catatan
      • Pada gambar dengan tepian kontras tinggi, misalnya gambar kartun, gunakan nilai Edges Contrast yang tinggi.
      • Pada gambar foto dengan tepian yang nampak kabur/lembut, gunakan nilai yang renda
      • Saat membuat seleksi, tekan tombol ] untuk meningkatkan Width sebanyak 1 pixel; tekan [ untuk mengurangi sebanyak 1 pixel.
      • Jika ingin menghapus beberapa titik yang telah terbuat, lakukan dengan menekan tombol Delete di keyboard.
      • Jika ingin menghapus semua titik yang telah dibuat, tekan tombol ESC.

      Jumat, 25 Januari 2013

      Seleksi Menggunakan Quick Selection Tool

      Seleksi Menggunakan Quick Selection Tool adalah seleksi mutakhir dengan proses lebih cepat dan hasil seleksi yg cukup baik. Quick Selection Tool adalah sebuah sebuah tool pembuatan seleksi photoshop secara instan (sekali klik terjadi sebuah seleksi, yang hampir menyerupai magic wand). Quick Selection Tool merupakan kombinasi tool seleksi antara Magic Wand dengan brush. Dengan tool ini kita mampu memilih sendiri area warna, terintegrasi dengan sistem akurat pada perbatasan area yang diseleksi jika dibandingkan dengan Magic Wand.



      Cara menggunakan quick selection tool:
      1. Pilih Quick Selection Tool 
      2. Dalam options bar, klik salah satu pilihan seleksi: New, Add to, atau Subtract From. New adalah pilihan default jika tidak ada yang dipilih. Setelah melakukan seleksi awal, opsi perubahan secara otomatis untuk Add to.
      3. Untuk mengubah ukuran brush Quick Selection tool , klik menu Brush pada options bar dan ketik ukuran pixel atau pindahkan slider Diameter. Gunakan pop up menu pilihan-Size untuk membuat ukuran ujung brush sensitif pada pen pressure atau stylus wheel.
        Ketika membuat seleksi, tekan tombol kurung siku kanan (]) pada keyboard untuk memperbesar ukuran brush quick selection tool; tekan braket kiri ([) untuk memperkecil ukuran brush quick selection tool.
      4. Pilih Quick Selection option.
        Sample All Layers : Membuat seleksi berdasarkan pada semua lapisan bukan hanya lapisan yang sedang dipilih. 
        Auto-Enhance Mengurangi kekasaran dan penghalang dalam batas seleksi. Auto-Enhance otomatis membuat jalur seleksi lebih lanjut terhadap tepi gambar dan menerapkan beberapa penyempurnaan tepi. Anda bisa terapkan secara manual dalam dialog Refine Edge dengan pilihan Smooth, Contrast, dan Radius.



      5. Sapukan di dalam bagian gambar yang ingin Anda seleksi. Seleksi tumbuh seperti sapuan yang Anda buat.  Ketika Anda sapu di dekat tepi bentuk objek, daerah seleksi memanjang mengikuti kontur dari sisi bentuk objek.



      Hasil seleksi dengan quick selection tool

      Selamat mencoba.

      Rabu, 23 Januari 2013

      Seleksi Menggunakan Magic Wand Tool

      Tutorial Photoshop pada postingan ini akan membahas tentang Magic Wand Tool. Magic Wand adalah sebuah tool pembuat seleksi dalam Photoshop. Tool ini bisa digunakan untuk menyeleksi bidang gambar yang mempunyai kemiripan warna, mirip dengan penggunaan Color Range. Cara penggunaannya mudah sekali, tinggal di klikkan pada bidang gambar yang akan diseleksi, yang mungkin agak rumit adalah cara untuk mengatur kepekaan tool ini.

      Cara menggunakan Magic Wand

      Langkah 1
      Bukalah gambar yang akan diseleksi. Sesuai dengan fungsi Magic Wand, pilihlah gambar yang mempunyai warna-warna dominan yang luas. Misalnya seperti gambar dibawah ini. Gambar ini mempunyai background / latar belakang berwarna putih pekat.

      gambar-asli


      Langkah 2
      Pilihlah Magic Wand Tool di toolbox Photoshop



      Langkah 3
      Sebelum tool ini digunakan, aturlah terlebih dulu tool ini.



      Pengaturan yang bisa dilakukan adalah:

      Tolerance
      Digunakan untuk menentukan tingkat kepekaan tool ini. Nilai standarnya adalah 32, namun bisa diisi sendiri dengan nilai dari 0 hingga 255. Semakin kecil nilainya, maka tool ini akan semakin peka. Dalam arti bahwa dengan nilai toleransi kecil, maka saat Anda memilih sebuah warna, hanya daerah warna lain yang benar-benar mirip saja yang akan terpilih. Begitu juga sebaliknya.

      Anti Alias
      Digunakan untuk membuat tepi seleksi yang halus.

      Contiguous
      Digunakan untuk memilih hanya daerah warna yang bedekatan saja. Atau sebaliknya, dengan Contiguous tidak aktif maka seluruh bidang gambar yang mempunyai warna sama akan terpilih.
      Pada ilustrasi gambar tutorial dibawah ini, seleksi dilakukan pada background yang putih dalam kondisi Contiguous tidak aktif, maka seluruh bidang gambar yang berwarna putih, termasuk bagian mata, ikut terpilih.

      Sample All Layers
      Digunakan jika gambar yang sedang Anda olah dengan Photoshop terdiri dari banyak layer, maka tool ini juga akan mampu menyeleksi warna pada layer-layer yang lain.
      Langkah 4
      Dengan menggunakan pointer magic wand, kliklah area pada gambar yang akan diseleksi. Untuk mempermudah pembuatan seleksi, maka yang diseleksi kali ini justru pada bagian bakground-nya yang putih.



      setelah seluruh background-nya terseleksi, baliklah area seleksinya dengan memilih menu Select > Inverse. Ini dilakukan karena yang sebenarnya ingin kita seleksi adalah bagian gambar bebeknya.
      Berikut ini gambar bebek yang sudah diseleksi dan dimodifikasi gambarnya.


       Sangat mudahkan? Selamat mencoba.

      Minggu, 20 Januari 2013

      Seleksi dengan quick mask

      Salah satu tool yang sering digunakan dalam proses editing pada Adobe Photoshop adalah Mode quick mask. Mode quick mask memungkinkan kita menggunakan seluruh perangkat pada Photoshop untuk menyunting bingkai pemilihan. Di sini kita akan memisahkan gambar dari latar belakangnya, untuk dipindahkan pada objek lain.

      Langkah- langkahnya sebagai berikut:

      1. Ambil gambar yang ingin kita pindahkan. Pilih File > Open, pilih file gambar.
      Sebagai contoh saya menggunakan gambar di bawah ini, anda bisa menggunakan gambar lain yang terpenting adalah mengikuti petunjuk dan tekniknya.

      Open file gambar
      2. Tentukan titik awal yang baik, pada mode quick mask kita dapati bahwa bagian yang tidak dipilih akan terbungkus lapisan berwarna merah, istilahnya RUBYLITH. Pada gambar di atas kita akan memisahkan gambar mobil dengan background jalan raya.


      3. Masuki mode quick mask

      Letak mode quick mask

       Klik mode quick mask pada icon yang ditunjuk panah gambar di atas.

      4. Pilih brush tool, merupakan tool yang paling dasar untuk penyuntingan quick mask. Untuk mengaktifkannya tekan B pada keyboard.



      5. Atur warna latar depan dan belakang (Background dan Foreground), tekan D untuk menampilkan warna latar depan dan belakang secara default, yakni hitam dan putih. Untuk menukar warna kita tinggal tekan X aja. Lalu sapu gambar. Ingat daerah yang akan dipilih, kita sapu dengan warna latar depan putih. Untuk menambahkan rubylith, kita sapu dengan warna latar depan hitam.


      Sapukan brush dengan warna hitam kebagian background


      6. Jika kita sudah mendapatkan mask yang di inginkan, tekan Q untuk beralih ke mode standar, keluar dari quick mask dan membuat seleksi.

       
      Hasil seleksi
      7.Buka file gambar baru yang akan di jadikan background.

      Buka background baru
      8. Geser gambar yang sudah dipilih tadi dengan menggunakan move tool ke dalam gambar yang akan dijadikan latar belakang baru.

      Hasil akhir
      9. Setelah dipindahkan, atur posisi gambar sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

      Mudah bukan? 
      Selamat mencoba.

      Old Post ►
       

      Copyright 2012 ILMU DESAIN GRAFIS: photoshop basic Template by Bamz | Publish on Bamz Templates