Sabtu, 25 Oktober 2008

Definisi Desain Grafis



Desain grafis dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari ketrampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri (yang biasa disebut seni komersial). Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk; menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, lingkungan grafis; desain informasi ; dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi. Media komunikasi massa cetak, film, elektronik adalah sarana untuk pesan visual.
Ketika Anda membaca sebuah iklan atau melihat logo, misalnya logo dari General Motor, Ricoh, Nestle dan Braun. Maka, Anda berada pada akhir penerimaan komunikasi melalui desain.
Sebuah desain dapat cukup efektif jika mempengaruhi perilaku. Anda boleh memilih sebuah bagian produk karena Anda tertarik terhadap desain dari paketnya atau dari periklanannya.

Tujuan Iklan Bantuan Aktivitas Lain

Iklan Bantuan Aktivitas Lain bertujuan membantu memfasilitasi usaha lain perusahaan dalam proses kumunikasi pemasaran,misalnya iklan membantu dalam pelepasan promosi penjualan (kupon), membantu wiraniaga (perkenalan produk), menyempurnakan hasil komunikasi pemasaran yang lain (konsumen dapat mengidentifikasi paket produk di tioko dan mengenal nilai produk lebih mudah setelah melihan iklan). Iklan dari Departemen Turisme Irlandia yang berjudul “Giant Causeaway” merupakan iklan yang membantu aktivitas lain, yaitu mencantumkan alam di internet www.imagine-ireland.do . Iklan buatan MCCA London tersebut mendapat penghargaan “Silver” di festival periklanan Euro Effie 2003.

Tujuan Iklan Pengingat

Iklan pengingat bertujuan mengingatkan pada produk yang sudah mapan dengan mengingatkan pembeli bahwa produk tersebut mungkin akan dibutuhkan kemudian, mengingatkan pembeli dimana dapat membelinya, membuat pembeli tetap ingat produk itu walau tidak dalam sedang musimnya, dan mempertahankan kesadaran puncak. Iklan Marlboro atau Coca-Cola tersebar di berbagai negara, baik di majalah, televisi dan media lainnya, berfungsi untuk mengingatkan untuk membeli Marlboro atau Coca-Cola.

Tujuan Iklan Persuasif

Iklan persuasif tujuannya adalah membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu, dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk preferensi merk, mendorong alih merk, mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk, membujuk pembeli untuk membeli sekarang, dan membujuk pembeli menerima kunjungan penjualan. Gilette memperkenalkan pisau cukur Mach3 pada tahun 1998 dengan harga realtif tinggi, dan sekarang mulai menikmati kesuksesannya. Burger King membuat iklan berjudul “Band Aid” yang dibuat oleh Start Munich dan iklan tersebut mendapat Epica Award 2003.

Tujuan Periklanan : Informatif

Untuk menetapkan tujuan (mission) periklanan, harus berdasarkan keputusan keputusan sebelumnya mengenai pasar sasaran, penentuan posisi pasar dan bauran pemasaran. Setelah pasar sasaran, strategi penentuan posisi dan bauran pemasaran jelas, baru menetapkan tujuan periklanan. Tujuan periklanan dapat digolongkan menurut sasarannya,yakni, untuk memberi informasi (information), persuasi,atau men¬gingatkan para pembeli, menambah nilai dan membantu aktivitas lain perusahaan.
Iklan informatif tujuannya untuk membentuk permintaan pertama dengan memberitahukan pasar tentang produk baru, mengusulkan kegunaan baru suatu produk, memberitahukan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan cara kerja suatu produk, menjelaskan pelayanan yang tersedia, mengoreksi kesan yang salah, mengurangi kecemasan pembeli dan membangun citra perusahaan, biasanya dilakukan besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk. Iklan dari Air Franch dengan judul “Duck” dengan memberikan informasi “Flyng cheaply doesn’t have to mean flyng badly”. Iklan buatan Euro RSCG Paris ini memenangkan Epica Award 2003

Manajemen Periklanan

Periklanan adalah penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk (ide, barang, jasa) ataupun organisasi merupakan alat promosi yang kuat. Para pemasar Amerika menghabiskan 89 milyar dolar lebih setiap tahunnya untuk iklan. Dan iklan mempunyai berbagai macam bentuk (nasional, regional, lokal; konsumen, industri, eceran; produk, merek,lembaga; dan sebagainya) yang dirancang untuk mencapai berbagai macam tujuan (penjualan seketika, pengenalan merek, preferensi dan sebagainya).
Di perusahaan kecil, iklan ditangani oleh seseorang di departemen pemasaran atau penjualan, yang bekerjasama dengan biro iklan. Sedangkan di perusahaan besar sering membentuk departemen periklanan sendiri.
Manajemen (management) periklanan merupakan proses 5 tahap, yang dikenal dengan 5 M yang terdiri dari penetapan tujuan (Mission), keputusan tentang anggaran (Money), keputusan pesan (Message), penetapan media (Media) dan evaluasi mengenai kampanye (Measurement).

Periklanan dan Desain Grafis

Periklanan (advetising) merupakan salah satu tahapan dalam pemasaran. Produk barang atau jasa, baik penamaannya, pengemasannya, penetapan harga, dan distribusinya tercermin dalam kegiatan periklanan. Tanpa adanya periklanan berbagai produk tidak akan dapat mengalir secara lancar ke para distributor atau penjual, bahkan sampai ke tangan konsumen atau pemakainya.
Iklan tidak saja digunakan oleh perusahaan bisnis, misalnya IKEA. Iklan IKEA yang berjudul “Toilet Seat”, buatan Leo Burnett Warsawa tersebut memengkan penghargaan “Golden Drum” pada festival periklanan Golden Drum 2001.
Iklan dilakukan oleh lembaga pendidikan, rumah sakit, organisasi amal, musium, pemerintah, partai politik, untuk membidik sasarannya. Pesan lebih efektif-biaya jika disampaikan lewat iklan, baik pesan untuk membangun preferensi merk ataupun untuk mendidik penduduk suatu negara untuk tidak mengkonsumsi obat terlarang. Iklan dari Musium Torture yang berjudul “Litter”, buatan Leo Burnett Praha tersebut memengkan penghargaan “Golden Drum” pada festival periklanan Golden Drum 2002.
Keberhasilan dari suatu perekonomian nasional banyak ditentukan oleh kegiatan-kegiatan periklanan dalam menunjang usaha penjualan yang menentukan kelangsungan hidup produksi pabrik-pabrik, terciptanya lapangan pekerjaan, serta adanya hasil yang menguntungkan dari seluruh uang yang telah diinvestasikan. Hal ini dibuktikan oleh kenyataan bahwa negara-negara maju ataupun perusahaan-perusahan top dunia senantiasa disemarakkan oleh kegiatan periklanan yang gencar. Lima puluh (50) perusahaan top dunia mengeluarkan biaya periklanan sebesar 49,3 milyar dolar untuk 56 negara pada tahun 1996. Sedangkan di negara-negara Dunia Ketiga dan Rusia yang ekonominya masih lemah dan kegiatan periklanan masih berada pada taraf minimum, lapangan kerja sulit, dan investasi tidak mudah mengembalikan uang yang diinvestasikan.
◄ New Post Old Post ►
 

Copyright 2012 ILMU DESAIN GRAFIS Template by Bamz | Publish on Bamz Templates