Senin, 26 Desember 2011

Sekilas Sejarah Iklan Coca-Cola Santa

Berhubung sekarang sedang nuansa liburan Natal, saya akan sedikit membahas tentang sebuah fenomena yang ada hubungannya antara desain grafis / periklanan dengan Natal. Yuk! mari kita simak..



Kebanyakan orang pasti sudah mengetahui figur yang satu ini. Berperangai baik hati, ramah, dermawan, memiliki tubuh yang gemuk dengan janggut putih panjang dan menggunakan mantel tebal berwarna merah. Ya! figur tersebut adalah Santa Claus. Namun apa hubungannya dengan belajar desain grafis ya? Yuk mari terus dibaca ya..

Ternyata figur Santa Claus ini digunakan oleh perusahaan Coca-Cola dalam promosi iklan mereka. Tahun 2006 dinyatakan sebagai ulang tahun ke-75 Coca-Cola Santa Claus, yang debut iklannya dimulai sejak tahun 1931. Sebelum tahun 1931 pengenalan Coca-Cola Santa Claus, citra St. Claus digambarkan bervariasi dari berbadan besar hingga kecil dan gemuk hingga tinggi. Santa Claus juga sering digambarkan mirip dengan peri sehingga tampak sedikit menyeramkan. Itulah citra St. Claus selama berabad-abad, namun di jaman sekarang, Santa Claus ditambahkan dengan kombinasi cerita-cerita dari berbagai negara. 


Seorang tokoh kartunis pada era perang saudara di Amerika yang bernama Thomas Nast telah menggambar Santa Claus untuk  majalah Harper's Weekly di tahun 1862; Santa Claus digambarkan sebagai figur mirip peri yang mendukung pihak Union. Kemudian Nast melanjutkan menggambar Santa selama 30 tahun dan selama perjalanan tersebut terjadi beberapa perubahan, seperti warna dari jubah yang semula coklat muda menjadi merah. Beberapa kelompok masyarakat meyakini bahwa penggunaan warna merah pada jubah Coca-Cola Santa  dikarenakan merah merupakan warna utama dari Coke, meskipun demikian setelan jubah merah merupakan interpretasi Thomas Nast terhadap Santo Nicholas.

Perusahaan Coca-Cola memulai promosi iklan Natal sekitar tahun 1920an dengan  memberi hubungan dengan belanja seperti pada iklan di harian "The Saturday Evening Post". Pada masa ini banyak orang berpikir bahwa minum Coca-Cola hanya dilakukan pada saat cuaca panas saja. Namun perusahaan Coca-Cola menyebarkan kampanye yang berusaha mengingatkan masyarakat bahwa Coca-Cola merupakan minuman terbaik di bulan apapun. Hal tersebut dimulai dengan penggunaan slogan "Thirst Knows No Season" (Haus tidak mengenal musim) pada tahun 1922, yang kemudian dilanjutkan dengan kampanye yang  menghubungkan ikon sejati musim dingin, yaitu Santa Claus dengan minuman (Coca-Cola).

Cerita selengkapnya silakan bisa langsung dibaca disini :)

Karya-karya ilustrasi iklan Coca-Cola Santa: >klik gambar untuk memperbesar<












Beberapa kesimpulan: (menurut pendapat saya)
  1. Pikiran masyarakat yang sudah terjangkarkan selama bertahun-tahun tentang minum Coca-Cola hanya pada saat cuaca panas dapat diubah..
  2. Bahasa visual dan slogan (positioning) dapat sangat memberikan pengaruh dalam penjangkaran konsep yang hendak ditanamkan kedalam benak masyarakat.
  3. Iklan bersifat membujuk, yang semula masyarakat merasa "tidak membutuhkan" suatu produk atau jasa, kemudian "sadar" bahwa ada sebuah produk atau jasa yang ditawarkan, kemudian "muncul hasrat" untuk mencoba menggunakan produk/jasa tersebut sehingga akhirnya "percaya" dan lebih-lebih merasa "ketergantungan" dengan produk/jasa tersebut.. 

mungkin ada pendapat lain? ;)

0 komentar:

Posting Komentar

◄ New Post Old Post ►